Penyebab Ketombe Kering dan Ketombe Basah, Apakah Perbedaannya?
- 7 hours ago
- 4 min read
Ketombe sering dianggap sepele, padahal bisa sangat mengganggu, mulai dari rasa gatal, rambut terlihat “berdebu”, hingga menurunkan rasa percaya diri. Yang menarik, penyebab ketombe tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang didominasi kulit kepala kering, ada juga yang justru berkaitan dengan minyak berlebih.
Di artikel ini, kita akan membahas berbagai penyebab ketombe, perbedaan ketombe kering dan ketombe basah, serta langkah awal yang aman dan realistis untuk mengatasinya.

Apa itu ketombe dan mengapa bisa muncul?
Ketombe adalah kondisi ketika sel kulit kepala mengalami pengelupasan lebih cepat dari biasanya. Pengelupasan ini kemudian terlihat sebagai serpihan putih/kuning pada rambut atau pakaian. Pada sebagian orang, ketombe juga disertai gatal, kemerahan, atau rasa perih.
Yang perlu kamu pahami, ketombe bukan hanya soal “kurang keramas”, tetapi banyak faktor yang bisa memicu ketombe, dan sering kali pemicunya saling berkaitan.
Penyebab ketombe yang paling sering terjadi
1) Pertumbuhan jamur Malassezia yang tidak seimbang
Di kulit kepala kita ada mikroorganisme normal, termasuk jamur Malassezia. Masalah muncul ketika kondisinya menjadi tidak seimbang, misalnya karena produksi minyak meningkat atau barrier kulit melemah. Malassezia memecah minyak (sebum) menjadi senyawa tertentu yang pada sebagian orang dapat memicu iritasi dan percepatan pengelupasan kulit.
2) Kulit kepala berminyak dan penumpukan sebum
Minyak rambut yang berlebih membuat kulit kepala lebih “ramah” bagi Malassezia dan meningkatkan risiko ketombe. Ditambah lagi, penumpukan sebum dapat menangkap kotoran, debu, dan sisa produk sehingga kulit kepala terasa gatal dan tidak nyaman.
3) Kulit kepala kering dan dehidrasi
Berbeda dari kulit berminyak, kulit kepala kering cenderung mudah mengelupas halus seperti serbuk. Penyebabnya bisa karena cuaca, AC, kebiasaan keramas dengan air terlalu panas, atau penggunaan sampo yang terlalu “keras” untuk kondisi kulit.
4) Sensitivitas terhadap produk rambut
Sampo, hair tonic, pomade, dry shampoo, hingga pewangi rambut bisa memicu iritasi pada sebagian orang, terutama jika mengandung bahan yang tidak cocok. Iritasi ini dapat membuat kulit kepala kemerahan, gatal, dan mengelupas, sehingga tampak seperti ketombe.
5) Kebiasaan keramas yang kurang tepat
Frekuensi keramas yang terlalu jarang bisa membuat minyak dan sisa produk menumpuk. Namun, keramas terlalu sering dengan formula yang tidak sesuai juga bisa membuat kulit kepala kering dan reaktif. Kuncinya bukan sekadar “sering atau jarang”, melainkan “sesuai kebutuhan kulit kepala”.
Jika kamu ingin membenahi teknik dasar ini, kamu bisa membaca panduan cara keramas yang benar agar kulit kepala tetap bersih tanpa membuatnya mudah iritasi.
6) Stres dan perubahan gaya hidup
Stres tidak selalu “menyebabkan” ketombe secara langsung, tapi dapat memengaruhi sistem imun, kebiasaan tidur, dan keseimbangan kulit. Pada beberapa orang, stres membuat kulit kepala lebih sensitif dan mudah mengalami flare-up.
7) Faktor kondisi kulit tertentu
Kadang “ketombe” yang tampak berulang sebenarnya berkaitan dengan kondisi seperti dermatitis seboroik, psoriasis, atau eksim. Tanda yang patut diwaspadai antara lain kemerahan berat, peradangan luas, kerak tebal, atau keluhan menetap meski sudah mengganti sampo.
Perbedaan ketombe kering dan ketombe basah
Memahami jenis ketombe membantu kamu memilih langkah penanganan yang lebih tepat., maka dari itu kamu dapat baca ciri-ciri ketombe dibawah ini:
Ketombe kering memiliki ciri-ciri utama, yaitu:
Serpihan cenderung kecil, halus, putih, mudah rontok.
Kulit kepala terasa kering atau tertarik.
Gatal bisa ada, tetapi sering terasa “kering” bukan berminyak.
Umumnya memburuk saat cuaca dingin/AC, atau setelah keramas air panas.
Penyebab ketombe kering sering berkaitan dengan dehidrasi kulit kepala, kebiasaan keramas yang mengikis kelembapan, serta penggunaan produk yang kurang cocok (terlalu kuat atau membuat kulit makin kering).
Ketombe basah memiliki ciri-ciri utama, yaitu:
Serpihan cenderung lebih besar, agak lengket, putih kekuningan.
Kulit kepala terasa berminyak, kadang disertai kemerahan.
Gatal lebih intens dan area ketombe bisa “menempel” di kulit kepala.
Sering memburuk jika ada penumpukan sebum dan sisa produk.
Penyebab ketombe basah umumnya terkait minyak berlebih, ketidakseimbangan mikroorganisme kulit kepala, serta reaksi peradangan (misalnya pada dermatitis seboroik).
Penyebab ketombe berlebihan dan kapan perlu lebih waspada?
Ketombe yang “berlebihan” biasanya ditandai oleh beberapa tanda seperti:
Serpihan muncul cepat kembali (misalnya 1–2 hari setelah keramas).
Gatal hebat sampai mengganggu tidur/aktivitas.
Kemerahan, rasa perih, atau luka garukan.
Kerak tebal atau area bersisik yang meluas.
Jika kamu mengalami ciri-ciri di atas, kemungkinan pemicunya bukan hanya kebiasaan keramas. Bisa jadi ada penumpukan produk, minyak berlebih, atau kondisi kulit tertentu yang butuh penanganan lebih spesifik.
Langkah awal mengatasi ketombe dengan aman dan realistis
Tujuan awalnya sederhana: menenangkan kulit kepala, mengurangi pemicu, dan memperbaiki kebiasaan perawatan.
1) Sesuaikan sampo dengan kondisi kulit kepala
Untuk kecenderungan ketombe basah/berminyak: pilih sampo yang membantu mengontrol minyak dan menyeimbangkan kulit kepala.
Untuk kecenderungan ketombe kering/sensitif: pilih formula yang lembut, tidak membuat kulit terasa tertarik, dan fokus pada kenyamanan kulit kepala.
Jika kamu bingung mulai dari mana, artikel cara menghilangkan ketombe bisa membantu kamu memahami langkah-langkah yang lebih terarah, terutama untuk ketombe yang terasa membandel dan gatal.
2) Perbaiki teknik keramas
Basahi rambut menyeluruh, fokuskan sampo ke kulit kepala, bukan ke batang rambut.
Pijat lembut 60–90 detik (hindari menggaruk dengan kuku).
Bilas sampai benar-benar bersih karena residu sampo bisa memicu iritasi.
Gunakan air suam-suam kuku karena air terlalu panas membuat kulit cepat kering
3) Kurangi penumpukan produk
Jika kamu rutin memakai pomade, wax, dry shampoo, atau hair spray, pertimbangkan beberapa point berikut ini:
Kurangi pemakaian sementara.
Pastikan membilas benar-benar bersih.
Hindari mengaplikasikan produk langsung ke kulit kepala kecuali memang dirancang untuk scalp.
4) Jaga kebersihan alat rambut
Sisir dan brush yang kotor bisa mengembalikan minyak dan residu ke kulit kepala. Cuci alat rambut secara berkala, terutama bila ketombe sedang kambuh.
5) Perhatikan pemicu yang sering luput
Memakai helm/topi terlalu lama tanpa jeda
Tidur dengan rambut masih basah.
Perubahan cuaca dan stres berkepanjangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa penyebab ketombe yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab ketombe paling sering adalah ketidakseimbangan jamur Malassezia, minyak berlebih, kulit kepala kering, atau iritasi produk. Langkah awal: pilih sampo sesuai kondisi kulit kepala, perbaiki teknik keramas, dan kurangi penumpukan produk.
2. Apa peran minyak rambut dalam menyebabkan ketombe?
Minyak berlebih dapat memicu ketombe karena mendukung pertumbuhan Malassezia dan membuat residu produk lebih mudah menumpuk. Akibatnya, kulit kepala bisa gatal, meradang, dan mengelupas lebih cepat.
3. Apakah produk alami efektif untuk mengatasi penyebab ketombe?
Beberapa bahan alami bisa membantu menenangkan kulit kepala, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada penyebabnya. Jika ketombe dipicu peradangan atau ketidakseimbangan mikroorganisme, pendekatan yang tepat (produk scalp yang sesuai dan kebiasaan keramas yang benar) biasanya lebih konsisten hasilnya.





Comments