March Festival 2022 with Rudy Hadisuwarno


Sumber foto Lifestyle Okezone/lifestyle.okezone.com


Dalam rangka memperingati pencapaian 3 portal: Okezone, Inews dan Celebrities milik MNC Portal, Rudy Hadisuwarno bersama narasumber lainya yaitu Anne Avantie dan Stefani Horison, mengisi segmen bertema ‘Satu Inspirasi’ dalam Webinar March Festival 2022 MPI.


Pada webinar tersebut, Rudy Hadisuwarno berbagi cerita perjalanan karirnya untuk mencapai kesuksesan.


Kiprah Rudy Hadisuwarno sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Selain memiliki salon dengan ratusan cabang dari Sabang hingga Merauke, Rudy Hadisuwarno juga menjalankankan pendidikan tata rambut dan menjabat sebagai CEO Rudy Hadisuwarno Group. Namun, nama besar sebagai Beauty Maestro tidak datang dalam sekejap.


Rudy Hadisuwarno berkarir di bidang tata rambut sudah puluhan tahun. Dimulai dari nol pada tahun 1968. Kala itu, belum lumrah pria berkarir di bidang penataan rambut yang identik dengan wanita.


Beliau menuturkan, awalnya memulai salon di rumah hanya untuk mendapatkan uang saku tambahan untuk kuliah. Namun, nasib berkata lain dan salon rumahnya sangat sukses sehingga menjadi cikal bakal bisnis salonnya saat ini. Kini, Rudy Hadisuwarno telah memiliki ratusan salon yang tersebar di seluruh Tanah Air.


Rudy Hadisuwarno sukses membangun jaringan bisnisnya melalui Rudy Hadisuwarno Group yang mengelola lebih dari 100 outlet dengan sistem franchise, terdiri dari salon hingga sekolah rambut dan kecantikan.


Selalu konsisten dalam memberikan layanan yang terbaik untuk konsumen dengan menghadirkan produk-produk perawatan rambut berkualitas Internasional seperti Procare System yang merupakan perawatan rambut di dalam naungan Rudy Hadisuwarno Group.


Lantas, apa tantangan yang ditemui dalam perjalanan karir sang Beauty Maestro? Dalam kesempatan wawancara bersama tim Binocular Indonesia (Selasa, 26/04/2022), dirinya berbagi pengalamannya.


“Tantangan lebih ketika terjadi resesi, terjadi krisis ekonomi. Itu tentunya merupakan masa-masa yang sangat berat bagi kami. Karena, ketika ekonomi terganggu kan, omzet juga turun, biaya-biaya naik, ya akhirnya menjadi masalah. Bagaimana kita bangkit kembali dari keterpurukan itu juga merupakan sebuah tantangan tersendiri,” imbuhnya.


Rudy juga turut menuturkan mengenai tantangan yang ditemui di masa pandemi, dimana PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diberlakukan. Pasalnya, banyak bisnis yang terdampak. “Kita mulai lagi dari nol.” ujar Rudy.